Selasa, 29 November 2016

Drama Natal terbaru 2016 Untuk Pemuda dan dewasa

Hai guys Shalom, sengaja text ini saya upload lebih awal karna agar bisa jadi berkat untuk kita semua. Terutama kaum pemuda pemudi juga dewasa yang mau persiapan untuk natal nanti. Kalo saya, di awal pembukaan dan penutupan drama ini saya kasih pujian dan tari-tarian (tambourine)
Jangan lupa musik nya sama tema drama harus sesuai. Karna ini juga bisa mempengaruhi drama. Pujian/musik untuk pembukaan saya ambil lagu jawa (lagu yang agak slow) judulnya Yen Kelingan Naliko Urip Jaman Semono,dan untuk penutupan setelah drama selesai,  saya pakai lagu sukacita yang berjudul Hujan Awal Dan Hujan Akhir. Karena drama ini saya kasih judul;

Tuwaian jiwa - jiwa

Setelah penari tambourine selesai menari Narator mulai bicara.

Narator ; Pada waktu itu mbak Mila sedang sedih mikirin bisnis nya. Tak lama kemudian datang ibu pendeta mau melewati jalan itu. Ibu pendeta melihat mbak Mila sendirian dan sedih .l alu ia menyapanya.

Ibu pendeta ;
{bergumam dengan Roh Kudus (itu kan mbk mila? Kelihatan nya dia sedang ada masalah)}

Shalom mbak Mila,, gimana kabar nya?

Mila ; Eh, ibu pendeta.. kabar saya baik bu. (Agak malu - malu) tumben ibu jalan kaki, ibu mau kemana?

Ibu pendeta;  ini mau pergi KOMSEL ke rumahnya pak Yahya.

Mila ; Oh..

Ibu pendeta; Oh iya.. Lama banget mbak mila gak pergi ke Gereja,  kemana aja? Apa mbak mila udah tumbuh ya di Gereja lain? (Sambil senyum)

Mila ; Enggak buk, gak kemana-mana. Saya sibuk banget urus kerjaan saya.

Ibu pendeta;  Hmm,, mbk mila.. sesibuk apapun, sediakan waktu untuk pergi ke Gereja dan datang kepada Tuhan secara Unity. Makanan rohani kan perlu.

Mila; iya buk, makasih.. kapan2 aja saya pergi ke Gereja. Sekarang saya lagi pusing.

Ibu pendeta;  (geleng kepala sambil buang nafas) gini aja dah ibu kasih ayat untuk obat pusingnya. Amsal 10:22 Berkat Tuhan lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahi nya.

Mila ; (mebelakangi ibu pdt, malu sambil melotot) ibu pendeta kok bener banget ya? Saya berfikir dengan kerja keras saya akan lebih cepat untuk jadi kaya. Tapi kenyataan nya saya malah kena tipu, tabungan saya ludes des,, malah sekarang saya punya banyak hutang.
(Sedih sambil nangis)

Ibu pendeta; (mengelus pundak mila) gini aja, sekarang ikut ibu pergi ke KOMSEL yuk?

Mila ; ayuk buk, tiap hari minggu saya juga akan sediakan waktu untuk pergi ke Gereja. (Semangat sambil senyum)

Narator ; lalu mereka berdua bersama sama pergi ke untuk KOMSEL. Tak lama kemudian mereka melihat seorang wanita sedang menangis di jalan.

Ibu pendeta ; mbak mila siapa itu?

Mila ; Gak tau buk, coba kita samperin. ( sambil mendekat ke wanita itu)

Mila ; Reni,,!! (Kaget) kamu kenapa menangis?

Reni ; Dokter bilang aku di vonis sakit kanker dan tumor ganas. ( sambil menangis dan memeluk mila)

Lalu ibu pendeta mengelus pundak reni.

Mila ;  (sambil melepas pelukan reni) O iya,, kenalin ini ibu pendeta.

(Lalu mereka bersalaman dan berkenalan)

Ibu pendeta;  mbak reni,, apa mbak reni mau sembuh? (Sambil mengelus pundak reni)

Reni ; iya buk, saya mau sembuh. Meskipun saya di operasi,  tapi penyakit kanker kan belum ada obat nya.

Ibu pendeta; mbak reni mau saya doakan?

Reni ; saya mau, tapi saya kan bukan orang kristen buk.

Ibu pendeta ; tidak apa2,  asal mbak reni percaya saja kalo Tuhan Yesus bisa menyembuhkan mbk reni, pasti penyakit itu lenyap.

Lagu mila menyahut.

Mila ; iya ren, kamu percaya gak?

Reni ; iya ! Saya percaya,  karna saya ingin bener2 sembuh total.

Ibu pendeta;  kalo begitu,  saya doakan sekarang ya?

(Nah,, pada waktu ibu pendeta berdoa, Narator di bantu singer menyanyikan lagu mukjizat. Lagu Tuhan Engkau ajaib bagiku misalnya. Atau reff nya saja juga gak apa2. Sampai ibu pendeta selesai berdoa)

Ibu pendeta ; Bapa yang baik di dalam nama Yesus Kristus, terimakasih Engkau Telah mempertemukan hambamu dengan mbak mila dan mbak reni.
(Sambil memegang pundak reni)
Dan sekarang mbak mila telah di vonis dokter,  ia menderita sakit kanker dan tumor ganas. Tetapi sekarang mbak reni mau percaya kepada Engkau dan ia ingin sembuh total dari penyakit nya. Kiranya belas kasihan Mu turun pada mbak reni Ya Bapa. Dalam nama Yesus Kristus (Amin)

Setelah itu Mujizat kesembuhan terjadi. Mereka buka mata dan melihat satu sama lain.

Reni ; loh, ibu pendeta.. mbak mila!! Rasa sakit di dadaku kok tiba2 gak ada ya?

Mila;  masa sih ren?

Reni ; iya.. suer..!! Sekarang aku mau ke dokter lagi.

Mila ;  ngapain ren? Kan udah gak sakit..

Reni ; saya mau cek penyakit saya .

Ibu pendeta;  kalo begitu,  kita jalan bareng yuk. Kita juga mau lewat kesana, karna rumah nya pak Yahya juga dekat sama rumah sakit itu.

Reni ; iya buk,, makasih banget ya doanya.

Ibu pendeta;  berterima kasih sama Tuhan Yesus, percayalah segala sesuatu yg Tuhan nyatakan dalam hidupmu adalah baik dan pasti mujizat terjadi.

Reni ; iya buk,  terima kasih Tuhan Yesus.  (Sambil semangat dan kegirangan)

Narator ; lalu mereka bertiga berjalan bersama dan mampir ke rumah sakit, dan mengantar reni.
Kemudian giliran reni masuk ke ruangan dokter.

Suster ; ibu reni, anda pasien yang terahir. Silahkan masuk.

Reni ; terima kasih suster.

Reni mengetuk pintu. tok.. tok.. tok..

Dokter ; iya silahkan masuk.

Dokter ; ibu ! Bukan kah barusan ibu dari sini?

Reni ; iya dok, saya mau cek lagi penyakit saya.

Dokter ; lo...bukannya tadi ibuk sudah di periksa?

Reni ; iya... sepulang periksa saya bertemu dengan ibu pendeta. Dan saya di doakan.   sesudah saya di doakan sama ibu pendeta, tiba2 rasa sakit di dada saya hilang. Makanya saya periksa lagi apakah penyakit saya benar-benar sembuh,,

Dokter ; ah,, gak mungkin.  Ibu kok percaya sama yang gituan sih?
Sekarang saya mau periksa ibu reni lagi. Kalo ibu reni memang benar2 sembuh total.. saya belajar ke ibu pendeta itu.
(Lalu dokter memeriksa reni)

Dokter ; aneh sekali, ibu reni memang benar- benar sudah sembuh. Saya teliti berkali-kali penyakit ibu sudah tidak ada.

Reni ; Yez!! Kalo gitu saya memang benar-benar sudah sembuh!
Berarti dokter jadi mau belajar ke ibu pendeta itu? (sambil melotot)

Dokter ; iya, saya minta nomor telfon nya.

Reni ; kalo nomor telfonnya gak ada dok, tapi kayaknya dia masih ada di depan nungguin saya.

Dokter; oke, kita keluar sama-sama. Karna kebetulan saya juga udah mau pulang.

(Mereka pun keluar sama-sama dari ruangan itu)

Dokter; sus, saya mau pulang duluan. Jangan lupa kunci pintu setelah memberesi ruangan saya.

Suster; baik dok. (Sambil mengangguk)

Dokter ; bu pendeta hana !!

Ibu pendeta ; iya Pak bagus. Pak Bagus pindah kerja disini ya?

Dokter ; iya bu, sudah 1 bulan saya dinas di sini. Apa ibu hana ya yang menyembuhkan ibu reni ini.

Ibu pendeta ; bukan saya, saya hanya mendoakan nya saja. Tetapi Tuhan Yesus yang menyembuhkan , pak Bagus. (Sambil senyum)

Dokter ; oh,, begitu.. kok saya jadi penasaran ya?
apa boleh saya belajar tentang Tuhan Yesus bersama bu hana.

Ibu pendeta ; Oh,, boleh2. Mari kita sama2 KOMSEL ke rumah nya pak Yahya.

Mila, reni, dokter ; oke, iya, yuk! (Berkata bersamaan)

Narator ; akhir nya tuwaian jiwa-jiwa terjadi. Mereka tekun belajar kebenaran Firman Tuhan. Dan menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan, siap menjarah jiwa-jiwa yang terhilang. Amim

Setelah cerita selesai, baru putar lagu penutupnya di iringi dengan penari tambourine. Dan kalo bisa, pemain drama nya juga menari.

Nah, demikian cerita drama dari saya. Jika ada yang mau kasih saran silahkan tulis komentar anda. Tuhan Yesus Memberkati.